DomaiNesia
Berita  

Lisda Hendrajoni Mengingatkan Jemaah Jaga Kondisi Fisik dan Stamina pada Puncak Ibadah Haji

Anggota DPR RI Komisi VIII Dr Lisda Hendrajoni SE MMTr

HARIAN SUMBAR,Mekkah, – Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni yang juga tergabung dalam Tim Dewan Pengawas Haji Indonesia 2026, mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar mulai mempersiapkan kondisi fisik dan stamina menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Armuzna. Persiapan fisik dinilai menjadi faktor penting agar jemaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan aman.

Imbauan tersebut disampaikan Lisda Hendrajoni sesaat setelah tiba di Tanah Suci untuk melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Kehadirannya bersama tim pengawas bertujuan memastikan pelayanan terhadap jemaah Indonesia berjalan optimal, terutama saat memasuki fase paling padat dan berat dalam pelaksanaan haji.

Menurut Lisda, fase Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina merupakan puncak ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik ekstra. Aktivitas yang padat, cuaca panas ekstrem, hingga mobilitas tinggi menjadi tantangan yang harus dihadapi para jemaah selama berada di Arab Saudi.

“Saya mengingatkan seluruh jemaah Indonesia agar benar-benar menjaga kesehatan dan mempersiapkan stamina sejak sekarang, karena puncak haji Armuzna membutuhkan kondisi fisik yang prima,” kata Lisda saat berada di Tanah Suci.

Ia menjelaskan, suhu udara di Arab Saudi saat ini mencapai 47 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi cuaca panas ekstrem tersebut dinilai sangat berisiko bagi jemaah, terutama lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

“Cuaca di sini sangat panas, bahkan suhu mencapai 47 derajat Celsius. Karena itu jemaah harus memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas di luar hotel jika tidak penting, dan jangan memaksakan diri,” ujarnya.

Lisda mengatakan, banyak jemaah yang terkadang terlalu kelelahan akibat aktivitas berlebihan sebelum memasuki puncak haji. Padahal, menjaga energi dan waktu istirahat menjadi salah satu kunci agar tubuh tetap fit saat menjalani Armuzna.

Ia juga meminta jemaah untuk disiplin mengikuti arahan petugas kesehatan dan petugas haji di lapangan. Menurutnya, jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun, jemaah harus segera melapor agar dapat segera mendapatkan penanganan medis.

“Jangan menunda melapor jika merasa kurang sehat. Petugas kesehatan sudah disiapkan untuk membantu jemaah agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan aman,” katanya.

Dalam pengawasannya, Lisda turut menyoroti pentingnya kesiapan layanan kesehatan bagi jemaah Indonesia. Ia berharap seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari pos layanan medis hingga tenaga kesehatan, dapat siaga penuh selama fase Armuzna berlangsung.

Selain layanan kesehatan, ia juga mengapresiasi berbagai persiapan yang telah dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia dalam memberikan pelayanan kepada jemaah. Namun demikian, pengawasan tetap dilakukan agar seluruh layanan berjalan maksimal.

Menurut Lisda, tantangan penyelenggaraan haji setiap tahun semakin kompleks, terutama dengan jumlah jemaah yang besar serta kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem. Karena itu, koordinasi antara petugas dan jemaah sangat dibutuhkan agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar.

“Harapan kami seluruh jemaah Indonesia bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke Tanah Air menjadi haji yang mabrur. Yang paling penting saat ini adalah menjaga kesehatan dan stamina menjelang Armuzna,” tutupnya.(*)

Penulis: HARIAN SUMBAR Editor: HARIAN SUMBAR