Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa akurasi data yang dihasilkan dari sensus ini akan menjadi fondasi utama dalam merumuskan keputusan makroekonomi yang tepat sasaran.
Informasi komprehensif mengenai peta komoditas dan skala usaha dinilai sangat vital untuk menjaga stabilitas pasar di tingkat regional. Beliau juga meluruskan persepsi keliru di masyarakat dengan memastikan bahwa pendataan ini murni untuk kepentingan formulasi kebijakan publik, bukan untuk instrumen penarikan pajak.
“Validitas data dari Sensus Ekonomi ini memegang peranan krusial dalam mitigasi risiko inflasi, penataan klaster UMKM, hingga penyusunan stimulus bantuan sosial yang lebih akurat.
Kami mengetuk kesadaran para pelaku usaha dan masyarakat luas untuk memberikan transparansi informasi yang sebenar-benarnya kepada enumerator di lapangan,” ungkap Ramlan Nurmatias dalam keterangannya.
Guna memastikan kesuksesan agenda nasional ini, jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen penuh memperluas jangkauan sosialisasi dan edukasi ke berbagai sektor industri.
Sinergi antara pemerintah, pelaku bisnis, dan BPS diharapkan mampu meminimalkan margin kesalahan data, sehingga hasil akhir dari SE2026 dapat dijadikan referensi utama bagi para investor yang ingin menanamkan modal di Bukittinggi.
Berdasarkan lini masa yang telah ditetapkan, fase pencacahan lapangan akan berlangsung maraton mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Seluruh petugas yang diterjunkan ke lapangan dipastikan bergerak dengan metode penelusuran langsung (door-to-door), serta wajib dilengkapi dengan identitas resmi dan atribut tersertifikasi demi menjamin keamanan serta kenyamanan para responden.(*)