HARIAN SUMBAR, Jakarta –Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni terus bergerak memperjuangkan pembangunan infrastruktur daerah melalui dukungan pemerintah pusat. Kali ini, Hendrajoni didampingi Sekretaris Daerah Zainal Arifin, SKM, MKM dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jaferi, ST melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan diterima Sesditjen Sumber Daya Air Dedi Natrifahrizal Dedisky Nazarudin, Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan SDA Gatot Bayu Aji, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan A. Adi Umar Dani serta Kasubdit Bina Operasi dan Pemeliharaan Tantri Anggraini.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hendrajoni menyampaikan berbagai usulan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Pesisir Selatan.
Salah satu fokus pembahasan adalah rehabilitasi jaringan irigasi yang tersebar di berbagai kecamatan. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah mengajukan usulan rehabilitasi terhadap 114 daerah irigasi (DI) yang membutuhkan penanganan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan daerah irigasi telah memperoleh persetujuan pendanaan pada tahun 2026 dengan total anggaran sekitar Rp17 miliar. Sementara itu, 90 daerah irigasi lainnya telah masuk dalam daftar prioritas yang ditandai untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Adapun enam daerah irigasi lainnya masih perlu melengkapi sejumlah persyaratan administrasi dan teknis agar dapat diproses pada tahap berikutnya.
Selain sektor irigasi, audiensi juga membahas penanganan sungai yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Kementerian PUPR telah menyetujui penanganan tujuh titik lokasi sungai di Kabupaten Pesisir Selatan dengan total anggaran mencapai Rp42 miliar.
Program tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko banjir, melindungi kawasan permukiman masyarakat, serta menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi yang berada di sekitar aliran sungai.
Pada kesempatan itu, Bupati Hendrajoni juga menyampaikan kondisi abrasi pantai yang terjadi di sejumlah kawasan pesisir. Sedikitnya terdapat lima lokasi yang membutuhkan penanganan segera, yakni Pantai Sago, Pantai Muara Api-Api, Pantai Surantih, Pantai Muaro Bamtiang Tarusan, dan Pantai Pasir Pelangai.
Menurut Hendrajoni, abrasi yang terus terjadi berpotensi mengancam permukiman warga, fasilitas umum, serta lahan produktif masyarakat yang berada di sepanjang garis pantai.
Usulan penanganan abrasi di lima lokasi tersebut saat ini masih dalam proses pembahasan dan menunggu persetujuan anggaran pemerintah pusat untuk tahun 2027.
Hendrajoni berharap dukungan yang diberikan Kementerian PUPR dapat terus berlanjut sehingga pembangunan infrastruktur sumber daya air, irigasi, pengendalian sungai, serta perlindungan kawasan pesisir di Kabupaten Pesisir Selatan dapat berjalan lebih optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)
